Arsip Bulanan: September 2010
MANUSIA PURBA DI INDONESIA
Penelitian manusia purba di Indonesia dilakukan oleh :
1. Eugene Dubois,
Dia adalah yang pertama kali tertarik meneliti manusia purba di Indonesia setelah mendapat kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang menemukan tengkorak di Wajak, Tulung Agung.
- Fosil itu dinamai Homo Wajakensis, termasuk dalam jenis Homo Sapien (manusia yang sudah berpikir maju)
- Fosil lain yang ditemukan adalah : Pithecanthropus Erectus (phitecos = kera, Antropus= Manusia, Erectus= berjalan tegak) ditemukan di daerah Trinil, pinggir Bengawan Solo, dekat Ngawi, tahun 1891. Penemuan ini sangat menggemparkan dunia ilmu pengetahuan.
• Pithecanthropus Majokertensis, ditemukan di daerah Mojokerto
• Pithecanthropus Soloensis, ditemukan di daerah Solo
Penemuan Fosil Manusia Purba di Jawa Tengah – Jawa Timur:
- 1. Sangiran 2 . Sambungmacan
- 3 . Sonde 4 . Trinil
- 5 . Ngandong 6. Kedung Brubus
- 7 . Kalibeng 8 . Kabuh
- 9 . Pucangan 10 . Mojokerto (Jetis-Perning)
2. G.H.R Von Koeningswald
Hasil penemuannya adalah : Fosil tengkorak di Ngandong, Blora. Tahun 1936, ditemukan tengkorak anak di Perning, Mojokerto. Tahun 1937 – 1941 ditemukan tengkorak tulang dan rahang Homo Erectus dan Meganthropus Paleojavanicus di Sangiran, Solo.
Penemuan lain tentang manusia Purba :
Ditemukan tengkorak, rahang, tulang pinggul dan tulang paha manusia Meganthropus, Homo Erectus dan Homo Sapien di lokasi Sangiran, Sambung Macan (Sragen),Trinil, Ngandong dan Patiayam (kudus).
3. Penelitian tentang manusia Purba oleh bangsa Indonesia dimulai pada tahun 1952 yang dipimpin oleh Prof. DR. T. Jacob dari UNIVERSITAS GAJAH MADA, di daerah Sangiran dan sepanjang aliran Bengawan Solo.
Fosil Manusia Purba yang ditemukan di Asia, Eropa, dan Australia adalah :
- Semuanya jenis Homo yang sudah maju : Serawak (Malaysia Timur), Tabon (Filipina), dan Cina.
- Fosil yang ditemukan di Cina oleh Dr. Davidson Black, dinamai Sinanthropus Pekinensis.
- Fosil yang ditemukan di Neanderthal, dekat Dusseldorf, Jerman, yang dinamai Homo Neanderthalensis. Menurut Dubois, bangsa asli Australia termasuk Homo Wajakensis, sehingga ia berkesimpulan Homo Wajakensis termasuk golongan bangsa Australoid.
Jenis-jenis Manusia Purba yang ditemukan di Indonesia ada tiga jenis :
1. Meganthropus
2. Pithecanthropus
3. Homo
Ciri-ciri manusia purba yang ditemukan di Indonesia :
1. Ciri Meganthropus :
- Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
- Memiliki perawakan yang tegap
- Hidup mengumpulkan makanan
- Memiliki tulang pipi yang tebal
- Rahangnya kuat
- Tidak memiliki dagu dn tubuhnya kekar
- Memiliki tonjolan belakang yang tajam
- Memiliki tulang kening yang menonjol
2. Ciri Pithecanthropus :
- Hidup antara 2 s/d 1 juta tahun yang lalu
- Hidup berkelompok
- Hidungnya lebar dengan tulang pipi yang kuat dan menonjol
- Mengumpulkan makanan dan berburu
- Makanannya daging dan tumbuhan
- Tidak berdagu
- Perawakannya tegap dan memiliki perlekatan otot tengkuk yang besar dan kuat
- Tulang belakang menonjol dan tajam
- Keningnya menonjol
3. Ciri jenis Homo :
- Hidup antara 25.000 s/d 40.000 tahun yang lalu
- Muka dan hidung lebar
- Dahi masih menonjol
- Tarap kehidupannya lebih maju dibanding manusia sebelumnya
- Bermuka lebar
- Berat badan antara 30-150 kg
- Alatnya masih dari batu dan tulang
- Mulutnya masih menonjol
Manusia jenis homo yang masuk dalam ciri-ciri ini adalah: Homo Soloensis, Homo Wajakensis, yang keduanya ditemukan di wilayah Indonesia.
4. Ciri Homo Sapiens
- Volume otak antara 1000-1200 cc
- Tinggi badan antara 130-210 cm.
- Otot tengkuk mengalami penyusutan
- Tulang rahangnya sudah tidak terlalu kuat
- Keningnya tidak menonjo ke depan
- Berdiri tegak dan berjalan tegak
- Dagu dan tulang rahangnya biasanya kuat.
Jenis fosil manusia purba Indonesia:
- 01. Meganthropus Paleojavanicus (Sangiran).
- 02. Pithecanthropus Robustus (Trinil).
- 03. Pithecanthropus Erectus (Homo Erectus) (Trinil).
- 04. Pithecanthropus Mojokertensis (Perning).
- 05. Homo Javanensis (Sambung Macan).
- 06. Homo Soloensis (Ngandong).
- 07. Homo Sapiens Wajakensis (Tulungagung).
Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Di dunia ada beberapa ras yaitu:
- Ras Kaukasoid, yang didalamnya terdapat subras:
- Nordik (Eropa Utara dan Jerman)
- Alpin ( Sebagian besar bangsa Eropa)
- Mediterania (Timur Tengah dan Arab)
- Indic (India)
- Ras Mongoloid, yang didalamnya terdapat subras:
- Asiatik Mongoloid ( Cina, Jepang, Korea)
- Malayan Mongoloid ( Melayu )
- American Mongoloid ( Suku Indian)
- Ras Negroid, yang didalamnya terdapat:
- African Negroid (Negro Africa)
- Negroid (penduduk asli Philipina
- Ras-ras khusus, ras khusus merupakan ras yang memiliki cirri tertentu, yang didalamnya terdapat subras:
- 1. ras Australoid (penduduk asli Australia)
- 2. ras Polynesia ( penduduk sekitar Pasifik)
- 3. ras Melansia ( Papua/pasifik)
- 4. Micronesia (Pasifik)
- 5. Ainu (penduduk asli Jepang)
- 6. Dravida (penduduk asli India)
- 7. Bushman (penduduk asli afrika selatan)
Jika dilihat dari klasifikasi di atas maka dapat disimpulkan bahwa bangsa Indonesia termasuk dalam ras Mongoloid dengan sub ras Malayan Mongoloid.
Menurut pendapat Kern dan Keine Gelden, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari wilayah Asia daratan yakni wilayah yang sekarang disebut sebagai Yunnan, wilayah Cina bagian selatan berbatasan dengan Negara Vietnam. Persebarannya ke wilayah nusantara terjadi dalam dua periode yakni sekitar tahun 1500 SM, dan sekitar tahun 500 SM.
1. Periode persebaran tahun 1500 SM, merupakan persebaran pertama ke wilayah Indonesia, yang disebut sebagai Proto Melayu/ Melayu Tua, melalui jalur barat Selatan, yakni: Yunnan,-Mallaya-Sumatra-Jawa- Kalimantan, dan jalur Timur Utara: Yunnan-Vietnam-Filipina-Sulawesi- Irian. Periode proto melayu membawa kebudayaan batu baru/neolithikum, yang berpusat di Bascon hoa Ginh di IndoChina.
2. Periode persebaran tahun 500 SM, periode ini disebut sebagai Deutro Melayu, perjalanan yang dilakukan melalui daratan, Asia-Semenanjung Malaya- Sumatra-Jawa. Periode ini membawa kebudayaan Dongson. Yang termasuk dalam kelompok masyrakat keturunan proto melayu adalah Toraja dan Dayak, sedangkan yang masuk keturunan periode deutro melayu adalah Suku Jawa dan Bugis.
3. Corak kehidupan nenek moyang pada masa akhir jaman pra sejarah adalah sebagai berikut:
- mereka telah mengenal hidup menetap, bercocok tanam dan beternak
- mereka tinggal di daerah pantai dan hidup dari hasil perikanan, pelayaran dan perdagangan.
- mereka telah membentuk kampong dan desa
Selain hal tersebut di atas, mereka juga menguasai 10 macam ketrampilan:berlayar, bersawah, mengenal astronomi, mengatur masyarakat, seni macapat, seni wayang, seni gamelan, seni batik, berdagang, seni membuat barang dari logam.
Sumber: http://history1978.wordpress.com dan berbagai sumber.
KEHIDUPAN SOSIAL MANUSIA
Kaitan antara Interaksi Sosial dengan Proses Sosial
Manusia sebagai mahkluk sosial diciptakan untuk berhubungan dan bergaul dengan sesamanya. Sejak manusia lahir, sudah berhubungan dengan orang-orang yang berada disekitarnya, entah itu bapak ibu ataupun anggota keluarga yang lain.
Demikian juga dengan lingkungan, masyarakatnya selalui bergaul antara yang satu dengan yang lain. Hubungan-hubungan itulah sebagai bentuk interaksi sosial.
Interaksi berasal dari bahasa Inggris interaction, yang berarti saling mempengaruhi, atau segala sesuatu hal yang pengaruh mempengaruhi. Saling mempengaruhi antar manusia dalam masyarakat merupakan ciri dari mahkluk sosial. Dengan demikian dapat dikatakan interaksi sosial adalah hubungan antara manusia yang satu dengan manusia yang lain yang saling mempengaruhi.
Interaksi sosial merupakan dasar terciptanya proses sosial. Proses sosial terjadi karena adanya tuntutan bahwa manusia harus memenuhi kebutuhan hidupnya. Sejak manusia dilahirkan, manusia mempunyai naluri untuk bergaul dengan sesamanya (gregoriousness).
Naluri ini timbul karena manusia menyadari bahwa mereka mempunyai tiga kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dengan cara menjalin hubungan dengan orang lain, yakni:
- Kebutuhan akan cinta dan kasih sayang, yang menimbulkan perilaku afeksi berupa persahabatan, kasih sayang dan percintaan, yang kemudian dikenal dengan kebutuhan afeksi.
- Kebutuhan untuk mendapatkan kepuasan dan mempertahankannya, yang kemudian terwujud dalam pergaulan, tingkah laku interaksi dengan sesama yang mencerminkan kerinduan manusia untuk menjadi bagian dari kelompoknya, yang kemudian dikenal dengan kebutuhan interaksi.
- Kebutuhan akan pengawasan dan kekuasaan yang menghasilkan tingkah laku yang menunjukkan pada proses pengambilan keputusan, memimpin, mempengaruhi, mengatur, melawan, bahkan memberontak, disebut kebutuhan kontrol.


Macam-macam interaksi sosial:
- Interaksi antar individu. Individu satu memberikan stimulus atau rangsangan, individu yang lain memberikan reaksi, tanggapan atau respon, yang kemudian tercipta interaksi yang berupa jabat tangan, saling menegur, dan lainnya.

- Interaksi antara individu dengan kelompok, seorang guru yang mengajar di kelas merupakan bentuk kepentingan individu berhadapan dengan kepentingan kelompok.

- Interaksi antar kelompok, menunjukkan bahwa kepentingan individu dalam kelompok merupakan satu kesatuan dengan kepentingan kelompok, contohnya pertandingan sepak bola.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa interaksi sosial memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Ada pelaku dengan jumlah lebih dari satu orang.
- Ada komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol-simbol.
- Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas.
- Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu.
Kedatangan Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Menurut Von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunnan, China bagian Selatan.
Kedatangan nenek moyang dari wilayah Yunnan ke wilayah nusantara terbagi dalam dua gelombang yakni:
1. Proto Melayu: tiba di wilayah nusantara kira-kira tahun 2000 SM, mereka membawa kebudayaan Neolithikum. Arah persebaran proto melayu terbagi dalam 2 cabang yakni: Bangsa yang membawa peralatan kapak lonjong (ras papua melanesoid) , datang dari Yunnan melalui Filipina, kemudian menyebar ke Sulawesi Utara, Maluku, bahkan sampai ke Papua. Cabang yang kedua adalah Ras Austronesia, membawa kebudayaan kapak persegi, menyebar melalui Yunnan, Malaya, Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara.
2. Deutro Melayu: sampai di wilayah Nusantara kira-kira tahun 500 SM, membawa kebudayaan Dongson, wilayah Vietnam bagian utara, benda yang dibawa antara lain: nekara, candrasa, bejana, arca, manik-manik. Alur penyebaran Melayu Muda ini, berawal dari daratan Asia, Thailand, Malaysia Barat, kemudian menyebar ke wilayah Nusantara.


Hasil budaya proto melayu
Contoh hasil kebudayaan Dongson (nekara dan moko)
