KAKAWIN SUTASOMA


KAKAWIN SUTASOMA

Karya Empu Tantular

Ah naranya: vijil nin bdyu sanke sarlra, ah sabdanya, muksa rik sarlra, candrarüpa ikan sarlra ri muksa nin bdyu rin sarlra, saumyalilan ahënin ikan sarlra vëkasan, sdnta-candra naran ikd, sdnta-smrti naran vaneh.

Ri hana nin smrti-sürya sdnta-candra dadi tak advaya-jndna. Patëmu nin advaya mvan advaya-jndna, ya tandadyakën Divarüpa, (b 42) avd sadd-kdla, ahënin nir-dvarana kadi te ja nin manik, apadan rahina sadd, sugandha tan gavai-gavai, surüpa tan gavai-gavai; surasa tan gavai-gavai sira katon denta.

Ikan am ah yatikd sinangah sak hyan advaya naran ira, bapa sira de bhatdra hyan Buddha. Ikan jndna vruh tan vikalpa humidëk nir-dkdra, yatika sinangah san hyan advaya-jndna naran ira. San hyan advayajndna sira ta devï bhardlï Prajndpdramitd naran ira, sira ta ibu de bhatdra hyan Buddha. San hyan Divarüpa sira ta bhatdra hyan Buddha naran ira.

Metre sragdhara
Srï Bajrajndna sünyatmaka parama sirdnindya rin rat visesa,
lila suddhdpratisthên hrdaya jayajayankën Continue reading

KITAB PARARATON


KITAB PARA DATU
ATAU
KISAH KEN ANGROK
Tuhan, Pencipta, Pelindung dan Pengakhir Alam,
Semoga tak ada halangan,
Sudjudku sesempurna sempurnanya.

I. Demikian inilah kisah Ken Angrok. Asal mulanja, ia didjadikan manusia: Adalah seorang anak janda di Jiput, bertingkah laku tak baik, memutus – mutus tali kekang kesusilaan, menjadi gangguan Hyang yang bersifat gaib; pergilah ia dari Jiput, mengungsi ke daerah Bulalak.
Nama yang dipertuan di Bulalak itu: Mpu Tapawangkeng, ia sedang membuat pintu gerbang asramanya, dimintai seekor kambing merah jantan oleh roh pintu.
Kata Tapawangkèng: “Tak akan berhasil berpusing kepala, akhirnya ini akan menjebabkan diriku jatuh kedalam dosa, kalau sampai terjadi aku membunuh manusia, tak akan ada yang dapat menyelesaikan permintaan korban kambing merah itu.”
Kemudian orang yang memutus mutus tali kekang kesusilaan tadi berkata, sanggup mejadi korban pintu Mpu Tapawangkeng, sungguh ia bersedia dijadikan korban, agar ini dapat menjadi lantaran untuk dapat kembali ke surga dewa Wisnu dan menjelma lagi didalam kelahiran mulia, ke alam tengah lagi, demikianlah permintaannya.
Demikianlah ketika ia direstui oleh Continue reading

Peristiwa sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


BPUPKI

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau (Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakai atau dilafalkan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai) adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan balatentara Jepang pada tanggal 29 April 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan bangsa Indonesia dengan menjanjikan bahwa Jepang akan membantu proses kemerdekaan Indonesia. BPUPKI beranggotakan 63 orang yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Hibangase Yosio (orang Jepang) dan Raden Pandji Soeroso.

Di luar anggota BPUPKI, dibentuk sebuah Badan Tata Usaha (semacam sekretariat) yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini dipimpin oleh R.P.Soeroso, dengan wakil Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda (orang Jepang).

Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jepang membubarkan Continue reading

Sir Thomas Stamford Raffles

Kebijakan-Kebijakan Kolonial di Indonesia


Penjelajahan Samudra dan Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia hingga Terbentuknya Kekuasaan Kolonial

1. Penjelajahan Samudra dan Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia

Ada beberapa faktor yang mendorong penjelajahan samudra:

a. Semangat reconguesta, yakni semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam.

b. Semangat 3 G, Gold, Gospel, Glory

c. Perkembangan teknologi kemaritiman, yang memungkinkan pelayaran dan perdagangan secara lebih luas.

d. Adanya sarana pendukung yang lebih luas seperti kompas, mesiu, peta, dan teropong.

e. Terdorong oleh buku Imago Mundi yang menceritakan perjalanan Marcopolo

Negara-negara yang memelopori penjelajahan samudra: Continue reading

Pengaruh Kebijakan Pemerintahan Jepang terhadap Indonesia


Kedatangan Jepang di Indonesia dan Negara Asia lainnya memiliki maksud dan tujuan tertentu.Maksud kedatangan Jepang ke Indonesia adalah karena landasan riil dan idiil yang dimiliki oleh bangsa Jepang. Landasan riil ini antara lain karena adanya ledakan penduduk Jepang sehingga dibutuhkan tempat baru, kurangnya bahan mentah bagi industrialisasi Jepang , dan adanya pembatasan imigrasi ke Amerika dan Australia akibat kecurigaan adanya bahaya kuning.Sedangkan landasan idiilnya adalah Continue reading

PERANG DUNIA II DAN PENGARUHNYA TERHADAP INDONESIA


1. Lahirnya Negara-negara Fasis

Situasi Eropa menjelang PD II tidak jauh berbeda dengan situasi menjelang PD I. Suasana diliputi ketegangan dan keinginan balas dendam, terutama negara-negara yang kalah perang. Mereka dirugikan oleh perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh blok Sekutu. Pada umumnya negara-negara yang terlibat perang mengalami kehancuran ekonomi. Untuk itu mereka berusaha bangkit dengan cara yang diktator dan mengembangkan paham ultranasionalisme. Dari paham ultranasionalisme tersebut lahir negara-negara fasis. Negara-negara fasis yang muncul yaitu Jerman, Italia, dan Jepang.

a. Fasisme di Jerman
Dalam PD I Jerman mengalami kekalahan dan penderitaan yang hebat. Namun, di bawah kepemimpinan Adolf Hittler Jerman mulai bangkit. Melalui Partai Nazi, Adolf Hittler membangun Jerman kembali. Jerman menganut paham Continue reading

Manusia Purba di Indonesia


Penelitian manusia purba di Indonesia dilakukan oleh :

1. Eugene Dubois, Dia adalah yang pertama kali tertarik meneliti manusia purba di Indonesia setelah mendapat kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschotenyang menemukan tengkorak di Wajak, Tulung Agung.

  1. Fosil itu dinamai Homo Wajakensis, termasuk dalam jenis Homo Sapien (manusia yang sudah berpikir maju)
  2.  Fosil lain yang ditemukan adalah Continue reading