HASIL KEBUDAYAAN ZAMAN PRA AKSARA


  • Hasil Kebudayaan Paleolithikum

Kebudayan paleolithikum merupakan kebudayaan batu, dimana manusia masih   mempergunakan peralatan yang terbuat dari batu, serta teknik pembuatanya masih kasar. Secara garis besar, kebudayaan paleolithikum dibedakan:

a. Kebudayaan Pacitan

, ditemukan oleh Von Koenigswald, alat yang ditemukan berupa kapak genggam, serta alat serpih yang masih kasar, yang diperkirakan hasil kebudayaan manusia jenis Meganthropus.

Alat serpih

 

b. Kebudayaan Ngandong

,

merupakan hasil kebudayaan yang ditemukan di daerah Ngandong, Ngawi, Jawa Timur, alat yang       ditemukan berupa peralatan yang terbuat dari Continue reading

Kehidupan pada masa Praaksara

KEHIDUPAN PADA MASA PRAAKSARA DI INDONESIA


1. Keadaan Alam Bumi Kita

Keadaan bumi yang kita tinggali tidak sama seperti sekarang pada masa berjuta tahun silam. Bumi kita mengalami banyak perubahan, yang antara lain disebabkan oleh naik turunya suhu udara. Disamping itu ada peristiwa-peristiwa yang telah terjadi mengubah keadaan bumi, antara lain:

  • gempa bumi;
  • gerakan dan pergeseran kulit bumi;
  • letusan gunung berapi;
  • meluasnya es di sebagian besar permuakaan bumi, misalnya pada zaman pleistosen akhir;
  • mencairnya es dan naiknya permukaan air laut pada masa holosen

Maka dari itu, bumi melalui beberapa masa sesuai perkembangan keadaan bumi serta tingkat kemampuan mahkluk hidupnya.

  1. Zaman Arkeozoikum, merupakan zaman tertua dalam sejarah perkembangan bumi, dimana bumi masih panas, sehingga tidak ada kehidupan.
  2. Zaman Paleozoikum, merupakan zaman permulaan adanya kehidupan, dimulai dengan adanya binatang-binatang terkecil yang tidak bertulang belakang serta munculnya jenis ikan permulaan. Zaman ini disebut juga zaman primer.
  3. Zaman Mesozoikum, disebut juga zaman sekunder. Pada zaman ini muncul dan berkembang dengan pesat berbagi jenis ikan dan reptil. Reptil yang muncul merupakan reptil yang sangat besar, serta muncul juga jenis burung dan binatang menyusui.
  4. Zaman Neozoikum, zaman ini terbagi menjadi dua yakni zaman tersier dan zaman kuarter. Pada zaman tersier, jenis binatang menyusui berkembang lebih sempurna, dan pada zaman tersier akhir, jenis kera-manusia muncul. Pada zaman kuarter, yang terbagi menjadi zaman pleistosen dan zaman holosen, kehidupan manusia berkembang menjadi lebih sempurna, demikian juga jenis flora dan fauna. Jenis fauna yang ada pada masa itu antara lain, gajah, banteng, tapir, harimau, babi rusa, dan berbagi jenis burung, hanya saja mereka mempunyai badan yang lebih besar.

2.     Jenis Penemuan Fosil Manusia Purba

Keberadaan manusia purba dapat diketahui dari fosil-fosil yang di temukan melalui berbagai penelitian dan penggalian. Fosil adalah sisa-sia hewan, tumbuhan, ataupun manusia yang sudah membatu. Dengan fosil yang ditemukan maka dapat dipelajari bagaimana kehidupan pada masa lalu. Fosil yang dapat memberi petunjuk    mengenai kehidupan masa lalu di sebut fosil pandu atau leitfosil.

Di Indonesia banyak ditemukan fosil manusia purba. Berdasarkan berbagi penemuan fosil, manusia praaksara di Indonesia diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Perkembangan evolusi manusiaRekonstruksi  pithecanthropus berdasarkan fosil tengkorak yang ditemukan. Meganthropus, merupakan jenis manusia purba yang paling tua. Ditemukan di Sangiran, Solo, Jawa Tengah oleh Continue reading