Modul Peta, Atlas, dan Globe


 PENDAHULUAN

Permukaan bumi dengan segala isinya merupakan planet yang terlalu luas untuk dapat dijelajahi. Manusia beserta mahluk hidup lainnya, sungai, laut, daratan, gunung, lembah, kota, negara, adalah berbagai fenomena alam dan budaya yang tersebar di permukaan bumi. Semua hasil ciptaan-Nya tersebut adalah semata-mata untuk manusia, sehingga manusia penting untuk mengetahui, memanfaatkan dan memeliharanya. Walau demikian, kita memiliki keterbatasan untuk dapat mengetahui semua informasi yang tersebar di berbagai belahan bumi ini. Kita hanya dapat mengenal keadaan dan rupa dari permukaan bumi sejauh batas pandangannya mengijinkan. Karena itu, agar pola dari seluruh atau sebagian permukaaan bumi dapat ditangkap dalam sekali pandangan maka dibuatlah bumi yang digambarkan dalam bentuk peta, atlas, dan globe.

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan wujud lain dari peta, seperti atlas dan globe. Baik atlas maupun globe memiliki fungsi yang sama dengan peta yaitu untuk menginformasikan bumi, hanya disuguhkan dalam bentuk yang berbeda dengan peta.

Modul ini terdiri dari tiga buah kegiatan belajar, yaitu :

  • Kegiatan belajar 1, membahas tentang Pengertian peta, Jenis-jenis peta, Unsur-unsur peta, Manfaat peta
  • Kegiatan belajar 2, membahas tentang mengidentifikasi jenis bentuk dan pemanfaatan atlas
  • Kegiatan belajar 3, mengidentifikasi informasi geografis dari peta, atlas dan globe

Tujuan pembelajaran umum:

Setelah mempelajari modul ini anda diharapkan mampu menjelaskan mengenai perbedaan peta, atlas dan globe dan dapat mengidentifikasi dari peta, atlas dan globe.

Tujuan pembelajaran khusus:

Setelah mempelajari modul ini anda diharapkan memiliki kemampuan :

  • Menjelaskan pengertian peta, jenis-jenis peta, unsur-unsur peta, manfaat peta
  • Menjelaskan tentang simbol-simbol dalam peta
  • Menjelaskan tentang garis lintang dan garis bujur dan pembagian musim

Untuk mempelajari modul ini diperkirakan waktu dua sampai tiga jam. Anda diharapkan bersedia untuk mengerjakan latihan-latihan yang kunci jawabannya dibagian belakang modul ini. Anda dapat mencocokkan apakah jawaban anda benar atau salah.

Tujuan instuksional akan tercapai apabila anda mempelajarinya dengan cara membaca cermat setiap bagian dari modul ini, pahami pengertian demi pengertian kemudian diskusikan dengan teman atau kelompok belajar.

KEGIATAN BELAJAR 1

 PENDAHULUAN

Indikator                                                                                                                                    Indicator tercapainya tujuan kegiatan belajar adalah siswa dapat menjelaskan pengertian peta, menjelaskan jenis-jenis peta, menjelaskan unsur-unsur peta, menjelaskan manfaat peta

Tujuan pembelajaran                                                                                                              Setelah selesai mempelajari modul mandiri ini, diharapkan :

  • Siswa dapat menjelaskan pengertian peta
  • Siswa dapat menyebutkan dan menjelaskan jenis-jenis peta
  • Siswa dapat menyebutkan dan menjelaskan unsur-unsur peta
  • Siswa dapat menjelaskan manfaat peta

Pokok isi / rincian isi

Pokok isi atau rincian materi modul mandiri ini adalah membedakan peta atlas dan globe

  1. URAIAN MATERI

Permukaan bumi dengan segala isinya merupakan planet yang terlalu luas untuk dapat dijelajahi. Manusia beserta mahluk hidup lainnya, sungai, laut, daratan, gunung, lembah, kota, negara, adalah berbagai fenomena alam dan budaya yang tersebar di permukaan bumi. Semua hasil ciptaan-Nya tersebut adalah semata-mata untuk manusia, sehingga manusia penting untuk mengetahui, memanfaatkan dan memeliharanya. Walau demikian, kita memiliki keterbatasan untuk dapat mengetahui semua informasi yang tersebar di berbagai belahan bumi ini. Kita hanya dapat mengenal keadaan dan rupa dari permukaan bumi sejauh batas pandangannya mengijinkan. Karena itu, agar pola dari seluruh atau sebagian permukaaan bumi dapat ditangkap dalam sekali pandangan maka dibuatlah bumi yang digambarkan dalam bentuk peta, atlas, dan globe.

Mungkin Anda sudah tidak asing lagi dengan wujud lain dari peta, seperti atlas dan globe. Baik atlas maupun globe memiliki fungsi yang sama dengan peta yaitu untuk menginformasikan bumi, hanya disuguhkan dalam bentuk yang berbeda dengan peta.

Apakah kamu dapat menunjukkan secara cepat lokasi suatu tempat di muka bumi ini? Apakah kamu juga dapat memberikan informasi kondisi tempat tersebut? Informasi suatu tempat di muka bumi dapat kamu peroleh secara cepat melalui peta, atlas dan globe. Peta, atlas dan globe mampu memberikan gambaran permukan bumi beserta gejala alam yang ada didalamnya.

Pengertian peta

Menurut ICA (Internasional Cartographic Assosiation) peta adalah suatu gambaran atau representasi unsur-unsur ketampakan abstrak yang dipilih dari permukaan bumi atau benda- benda angkasa.

Peta adalah gambaran permukaan bumi pada bidang datar-dengan skala tertentu melalui suatu sistem proyeksi. Kapan peta mulai ada dan digunakan manusia? Jawabannya adalah peta mulai ada dan di gunakan manusia, sejak manusia melakukan penjelajahan dan penelitian walaupun masih dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu dalam bentuk sketsa mengenai lokasi suatu tempat.

Pada awal abad ke 2 (87M -150M), Claudius ptolomaeus mengemukakan mengenai pentingnya peta. Kumpulan dari peta-peta karya Claudius ptolomaeus dibukukan dan diberi nama “ Atlas ptolomaeus”. Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan, peta adalah :

  1. Gambaran permukaan bumi yang diperkecil dengan skala
  2. Mengambarkan permukaan bumi yang diperkecil dengan skala diberi tulisan dan symbol
  3. Gambaran konvensional dari permukaan bumi yang diperkecil seperti penampakan yang terlihat dari atas. Penampakan tersebut digambarkan menggunakan symbol-simbol sebagai pengganti penampakan yang ada dipermukaan bumi. Selain itu, digunakan juga tulisan-tulisan sebagai keterangan tentang simbol-simbol tersebut.

Peta adalah gambaran sebagian atau seluruh wilayah permukaan bumi dengan berbagai kenampakannya pada bidang datar yang diperkecil dengan menggunakan skala tertentu. Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut kartografi. Sedangkan ahli membuat peta disebut kartografer.

persebaran SDA Indonesia

Gambar 1: Peta Indonesia

Syarat peta yang baik secara umum sebagai berikut:

  1. Conform, yaitu bentuk peta yang digambar harus sebangun dengan keadaan yang sebenarnya dilapangan.
  2. Ekuidistance, yaitu jarak dipeta jika dikalikan dengan skalanya harus sama dengan jarak sebenarnya dilapangan.
  3. Ekuivalen, yaitu daerah atau bidang yang digambar dipeta setelah diperhitungkan dengan skalanya, harus sama dengan keadaan sebenarnya dilapangan.

Peta dapat dibedakan berdasarkan isi, bentuk dan skalanya.

  • Peta berdasarkan isinya, dapat dibedakan sebagai berikut:
  1. Peta umum

Peta umum adalah peta yang menggambarkan seluruh kenampakan dipermukaan bumi, baik berupa kenampakan alam maupun kenampakan budaya. Kenampakan alam dapat berupa sungai, danau, laut maupun bentang lahan. Kenampakan budaya dapat berupa jalan raya, jalan kereta api, pemukiman dan sebagainya.

Peta umum dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. Peta dunia, yaitu peta yang berfungsi memberikan informasi letak dan bentuk wilayah setiap negara di dunia.
  2. Peta korografi, yaitu peta yang memberikan gambaran seluruh atau sebagian permukaan bumi yang bercorak umum dan berskala kecil
  3. Peta topografi, yaitu peta yang memberikan gambaran tentang permukaan bumi dan reliefnya.
  4. Peta khusus (peta tematik)

Peta khusus atau peta tematik yaitu peta yang menggambarkan atau menyajikan informasi penampakan tertentu (spesifik) di permukaan bumi. Pada peta  ini, penggunaan simbol merupakan ciri yang ditonjolkan sesuai tema yang dinyatakan pada judul peta. Termasuk pada jenis peta tematik, antara lain:

  • Peta Iklim, menyajikan tema iklim dengan menggunakan simbol warna.
  • Peta Sumberdaya Alam di  Indonesia, menyajikan tema  potensi sumberdaya alam yang ada di Indonesia dengan menggunakan simbol-simbol yang menggambarkan jenis-jenis sumbedaya alam.
  • Peta Tata Guna Lahan, menyajikan tema pola pegunungan lahan suatu wilayah dengan menggunakan simbol-simbol yang menggambarkan lahan pertanian, kawasan industri, pemukiman, dan lain-lain.
  • Peta Persebaran Penduduk Dunia, menyajikan tema perbedaan kepadatan penduduk di dunia dengan menggunakan simbol titik atau lingkaran (makin banyak dan padat jumlah titik di suatu wilayah  maka  makin  padat penduduknya).
  • Peta Geologi, menyajikan tema jenis-jenis batuan dengan menggunakan simbol- simbol warna, dimana setiap warna menunjukkan jenis batuan tertentu.

Peta berdasarkan bentuknya, dapat dibedakan sebagai berikut:

  1. Peta datar (peta planimetri)

Adalah peta yang dibuat pada bidang datar, seperti kertas, kain, kanvas maupun triplek. Unsur ruang yang dapat dilihat pada peta datar adalah panjang dan lebar. Untuk menunjukkan bentuk permukaan bumi umumnya digambarkan dengan perbedaan simbol warna atau simbol angka misalnya untuk menunjukkan ketingian. Contoh: peta administrasi.

  1. Peta timbul (peta relief)

Peta yang dibuat dengan bentuk sebenarnya dipermukaan bumi, peta ini dibuat secara tiga dimensi sehingga gunung tampak menjulang tinggi sedangkan dataran rendah dan lembah nampak dibawahnya. Pada peta relief, selain unsur ruang berupa panjang dan lebar disajikan pula unsur ketinggian. Dengan kata lain, pada peta relief kita dapat melihat relief muka bumi dengan jelas. Contohnya, maket.

Tidak semua peta memiliki keakuratan yang tinggi, hal ini sangat tergantung pada cara pembuatannya. Dengan demikian, jenis peta dapat juga dilihat dari keakuratan (ketepatan) informasi yang ditampilkan. Berdasarkan cara pembuatannya, dikenal peta hasil terrestrial dan peta hasil penginderaan jauh (peta foto udara dan citra satelit).

  1. Peta digital

Peta yang dibuat dengan alat bantu computer. Data dalam penggambaran peta disimpan dalam suatu disket, CD atau hard disk. Gambar peta ditayangkan melalui monitor computer.

  • Peta berdasarkan skalanya, dapat dibedakan sebagai berikut:
  1. Peta kadaster, yaitu peta yang mempunyai skala 1: 100 sampai 1: 5000. Peta ini digunakan untuk menggambarkan peta tanah atau peta dalam sertifikat tanah
  2. Peta skala besar, yaitu peta peta yang mempunyai skala 1: 5000 sampai 1: 250. 000. Peta inidigunakan untuk menggambarkan wilayah yang relative sempit, misalnya peta kelurahan dan kecamatan.
  3. Peta skala menengah, yaitu peta yang mempunyai skala 1: 250 sampai 1: 500.000. peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang agak luas , misanya peta provinsi
  4. Peta skala kecil, yaitu peta yang mempunyai skala 1: 500.000 sampai 1: 1000.000 atau lebih . peta ini digunakan untuk menggambarkan daerah yang relative luas , misalnya peta Negara, benua bahkan dunia. Besar kecilnya peta ditentukan oleh besar skala yang digunakan . semakin besar angka pembandingnya berarti skala peta itu semakin kecil.
  5. Peta Geografi, yaitu peta yang memiliki skala lebih kecil dari 1: 1.000.000. Contoh: Peta Indonesia dan Peta Dunia.

Untuk Materi lengkap silahkan klik link di SINI

Advertisements

SEKAR MIJIL


01

Ya Prabu Ciyungwanara mangsuli, boten wonten roro, ya tetelu aturku sajatine, gih punapa karsa putra aji, kawula dhuluri, sok dadiya arju.

02

Sampun nelangsa ing salasa tunggil, punika kang dados, panedha kula ing sadayane, para putra sing ngatas angin, pan rama ing uni, dhateng saenipun.

03

Kula tempuhaken lawan nalisip, bilih putra mangko, nuntenweleh geni boten moset, karanane punika kang geni, dede geni pranti, sampun kadhalangsu.

04

Heran kula ika geni, tan wonten sosolot, manther angger tan ana surude, kula dhugi wonten nyurupi, adhining asakti, kaduk mahinggurut.

Continue reading

SEKAR PANGKUR


PANGKUR

01

Dupi sang nata miyarsa, geger gumuruh kang anan Jawi, sang prabu Lutungkasarung, sigra amiyos enggal, angliga dhuhung Linggaiyang den suduk, sapisan madhuwa raga, dadi roro den pindhoni.

02

Sinuduk pan dadi papat, pining telu dadi wolu sayakti, pining pat panyudukipun, dadi bocah nembelas, pa wus dadi akeh enggal ngarubut, sang prabu ngebyuki padha, tan bias polah kawingkis.

03

Rinejeng tanpa wisesa, lininggihaken ing rante wesi, Lutungkasarung wus lungguh, ing rante tanpa sesa, aneng bale rinengku ya pinikul, dening lare kanembelas, den babayang den suraki.

04

Continue reading

MEMBELI WAKTU


Pada suatu hari, seorang Ayah pulang dari bekerja pukul  21.00 malam. Seperti hari-hari sebelumnya, hari itu  sangat melelahkan baginya. Sesampainya di rumah ia mendapati anaknya yang berusia 8 tahun yang duduk di kelas 2 SD sudah menunggunya di depan pintu rumah.  Sepertinya ia sudah menunggu lama.

“Kok belum tidur?” sapa sang Ayah pada anaknya.
Biasanya si anak sudah lelap ketika ia pulang kerja,  dan baru bangun ketika ia akan bersiap berangkat ke kantor di pagi hari.
“Aku menunggu Papa pulang, karena aku mau tanya berapa sih gaji Papa?”, kata sang anak.
“Lho, tumben, kok nanya gaji Papa segala? Kamu mau minta  uang lagi ya?”, jawab sang ayah.
“Ah, nggak pa, aku sekedar..pengin tahu aja…” kata anaknya.
“Oke, kamu boleh hitung sendiri. Setiap hari Papa bekerja sekitar Continue reading

Sikap-sikap Khusus dari KD pada KI-1 dan KI-2 Mata Pelajaran


No. Mata Pelajaran Butir-butir Nilai Sikap dalam Mata Pelajaran
Spiritual Sosial
1. Pendidikan Agama dan Budi Pekerti
  1. Sikap-sikap spiritual di sini dapat diambilkan dari KD-KD yang ada di mata pelajaran Pendidikan Agama (Islam. Kristen, dll.).
  2. Misalnya dalam Islam: beriman kepada Allah, menunaikan shalat wajib, dst.; dalam Kristen: menerima hanya Allah yang dapat mengampuni, menghayati nilai-nilai Kristiani, dst.; dll.
  3. Sikap-sikap sosial dapat diambilkan dari KD-KD yang ada di mata pelajaran Pendidikan Agama (Islam. Kristen, dll.).
  4. Misalnya dalam Islam: hormat dan patuh pada orang tua, ikhlas, sabar, dan pemaaf, dst.; dalam Kristen: bersedia mengampuni orang lain, rendah hati, dst.
2. Pendididikan Pancasila dan Kewarganegaraan
  1. Menghargai perilaku beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia dalam kehidupan di: sekolah, masyarakat, bangsa, negara, dan pergaulan antarbangsa.
  2. Taat norma dan hukum (disiplin)
  3. Sikap-sikap sesuai nilai-nilai Pancasila
  4. Semangat kebangsaan dan kebernegaraan
  5. Persatuan dan kesatuan
  6. Kebersamaan (peduli, toleransi)
  7. Semangat Sumpah Pemuda
3. Bahasa Indonesia
  1. Mensyukuri keberadaan bahasa Indonesia sebagai anugerah Tuhan untuk mempersatukan bangsa Indonesia dan untuk memahami serta menyajikan informasi lisan dan tulis.
  2. Kreatif
  3. Cinta tanah air
  4. Semangat kebangsaan
  5. Demokratis
  6. Semangat ilmiah
4. Matematika
  1. Menghargai ajaran agama yang dianutnya.
  2. Logis
  3. Kritis
  4. Analitik
  5. Konsisten
  6. Ketelitian
  7. Responsif
  8. Tidak mudah menyerah
  9. Rasa ingin tahu
  10. Objektif
  11. Terbuka
5. Ilmu Pengetahuan Alam
  1. Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan
  2. Rasa ingin tahu
  3. Objektif
  4. Teliti
  5. Cermat
  6. Tekun
  7. Hati-hati
  8. Terbuka
  9. Kritis
  10. Kreatif
  11. Inovatif
  12. Bijaksana
6. Ilmu Pengetahuan Sosial
  1. Menghargai karunia Tuhan YME yang telah menciptakan waktu, manusia, dan lingkungannya.
  2. Menghargai ajaran agama dalam berfikir dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia.
  3. Rasa ingin tahu
  4. Terbuka
  5. Kritis
  6. Menghargai pendapat
  7. Cinta tanah air
7. Bahasa Inggris
  1. Mensyukuri kesempatan dapat mempelajari bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar komunikasi internasional.
  2. Cinta damai
8. Seni Budaya
  1. Bersyukur kepada Tuhan dengan menerima, menanggapi, dan menghargai keragaman dan keunikan karya seni rupa.
  2. Motivasi internal
  3. Peduli lingkungan dalam berkarya seni
9. Pendidikan Jasmani, Olah Raga, dan Kesehatan
  1. Pembiasaan perilaku berdoa.
  2. Selalu berusaha secara maksimal.
  3. Tawakal dengan hasil akhir.
  4. Membiasakan berperilaku baik dalam berolahraga dan latihan.
  5. Sportif
  6. Menghargai perbedaan
  7. Menerima kekalahan dan kemenangan
  8. Berperilaku hidup sehat
10. Prakarya
  1. Menghargai keberagaman produk kerajinan sebagai anugerah Tuhan

 

  1. Rasa ingin tahu
  2. Ketelitian
  3. Kerapian

Sumber:

PANDUAN PENILAIAN
PENCAPAIAN KOMPETENSI PESERTA DIDIK
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

2014

Perumusan dan Contoh Indikator Pencapaian Kompetensi Sikap


Acuan penilaian adalah indikator, karena indikator merupakan tanda tercapainya suatu kompetensi. Indikator harus terukur. Dalam konteks penilaian sikap, indikator merupakan tanda-tanda yang dimunculkan oleh peserta didik yang dapat diamati atau diobservasi oleh guru, teman, dan disadari oleh peserta didik sebagai representasi dari sikap yang dinilai.

Berikut ini dideskripsikan beberapa contoh indikator dari sikap-sikap yang tersurat dalam KI-1 dan KI-2 jenjang SMP/MTs.

Contoh Indikator Sikap pada KI-1 dan KI-2

Butir Nilai Sikap Contoh Indikator
Sikap Spiritual  

  • Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan setiap perbuatan.
  • Menerima semua pemberian dan keputusan Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas.
  • Berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hasil atau prestasi yang diharapkan (ikhtiar).
  • Berserah diri (tawakal) kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah selesai melakukan usaha maksimal (ikhtiar).

 

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa

 

Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

 

  • Menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.
  • Memberi salam pada saat awal dan akhir pembelajaran.
  • Menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah tempat tinggal, sekolah, dan masyarakat.
  • Memelihara hubungan baik dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
  • Menghormati orang lain dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.
Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Mengucapkan kalimat pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan karunia-Nya.
  • Memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya untuk meraih kesuksesan dalam pendidikan.
  • Mensyukuri kekayaan alam Indonesia dengan memanfaatkannya semaksimal mungkin.

 

 


Butir Nilai Sikap
Contoh Indikator
Sikap Sosial  

  • Tidak menyontek dalam ujian/ulangan.
  • Tidak mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.
  • Mengungkapkan perasaan apa adanya
  • Menyerahkan barang yang ditemukan kepada yang berhak
  • Membuat laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya
  • Mengakui setiap kesalahan yang diperbuat
  • Mengakui kekurangan yang dimiliki
  • Menyampaikan informasi sesuai dengan fakta yang ada.
  1. Jujur

adalah perilaku dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

  1. Disiplin

adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

  • Datang ke sekolah dan pulang dari sekolah tepat waktu
  • Patuh pada tata tertib atau aturan sekolah
  • Mengerjakan setiap tugas yang diberikan
  • Mengumpulkan tugas tepat waktu
  • Mengikuti kaidah berbahasa yang baik dan benar
  • Memakai seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Membawa perlengkapan belajar sesuai dengan mata pelajaran
  1. Tanggung Jawab

adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dilakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara, dan Tuhan Yang Maha Esa

  • Melaksanakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Melaksanakan tugas individu dengan baik
  • Menerima resiko dari setiap tindakan yang dilakukan
  • Tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat
  • Mengembalikan barang yang dipinjam
  • Membayar semua barang yang dibeli
  • Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan
  • Menepati janji
  1. Peduli

adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya

  • Membantu orang yang membutuhkan
  • Tidak melakukan aktivitas yang mengganggu dan merugikan orang lain
  • Melakukan aktivitas sosial untuk membantu orang-orang yang membutuhkan
  • Memelihara lingkungan sekolah
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Mematikan kran air yang mengucurkan air
  • Mematikan lampu yang tidak digunakan
  • Tidak merusak tanaman di lingkungan sekolah
  1. Toleransi

adalah sikap dan tindakan yang menghargai keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan

  • Tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat
  • Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya
  • Dapat menerima kekurangan orang lain
  • Dapat memaafkan kesalahan orang lain
  • Mampu dan mau bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan
  • Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan pada orang lain
  • Menerima perbedaan dengan orang lain dalam hal sikap, perilaku, tradisi, suku, bahasa, dan agama.
  1. Gotong Royong

adalah bekerja bersama-sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dengan saling berbagi tugas dan tolong-menolong secara ikhlas.

  • Terlibat aktif dalam bekerja bakti membersihkan kelas atau sekolah
  • Bersedia melakukan tugas sesuai kesepakatan bersama
  • Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan
  • Aktif dalam kerja kelompok
  • Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok
  • Tidak mendahulukan kepentingan pribadi
  • Mencari jalan untuk mengatasi perbedaan pendapat/pikiran antara diri sendiri dengan orang lain
  1. Santun atau Sopan

adalah sikap baik dalam pergaulan baik dalam berbicara maupun bertingkah laku. Norma kesantunan bersifat relatif, artinya yang dianggap baik/santun pada tempat dan waktu tertentu bisa berbeda pada tempat dan waktu yang lain.

  • Menghormati orang yang lebih tua.
  • Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan tidak menyakitkan.
  • Tidak meludah di sembarang tempat.
  • Tidak menyela pembicaraan orang lain pada waktu yang tidak tepat
  • Mengucapkan terima kasih kepada orang yang membantunya
  • Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)
  • Meminta ijin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggunakan barang milik orang lain
  • Memperlakukan orang lain sebagaimana memperlakukan dirinya sendiri.
  1. Percaya Diri

adalah kondisi mental atau psikologis seseorang yang memberi keyakinan kuat untuk berbuat atau bertindak

  • Berpendapat atau melakukan tindakan tanpa ragu-ragu.
  • Mampu membuat keputusan dengan cepat
  • Berani presentasi di depan kelas
  • Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan di hadapan guru dan teman-temannya

 

 

Indikator sikap spiritual dan sosial yang dikembangkan dari KD-KD pada KI-1 dan KI-2 dapat dicontohkan seperti dalam tabel berikut ini.

Contoh Indikator Sikap Spiritual dan Sosial dari KD-KD pada KI-1 dan KI-2

Butir Nilai Sikap Spiritual dan Sosial Contoh Indikator
Sikap Spiritual  

  • Menerima pemberian Tuhan
  • Memanfaatkan pemberian Tuhan secara benar
  • Bersyukur kepada Tuhan atas karunia-Nya sebagai bangsa Indonesia
Menghargai karunia Tuhan YME

 

Tawakal
  • Menyerahkan segala keputusan kepada Tuhan setelah berusaha secara maksimal.
  • Menerimahasil apa pun sesuai dengan kehendak Tuhan.
  • Menggantungkan segala sesuatu kepada Tuhan.
Sikap Sosial  

  • Suka bertanya
  • Suka mengamati sesuatu
  • Tidak puas pada jawaban yang ada
Rasa ingin tahu
Kreatif
  • Menyusun gagasan baru
  • Menciptakan karya baru
  • Mampu memecahkan masalah
Persatuan dan kesatuan
  • Menyukai kebersamaan.
  • Bergaul tanpa membeda-bedakan kepentingan, agama, atau yang lainnya.
  • Tidak suka bertengkar.
Demokratis
  • Melibatkan warga sekolah dalam setiap pengambilan keputusan.
  • Menciptakan suasana sekolah yang menerima perbedaan.
  • Mengambil keputusan secara bersama-sama
Rendah hati
  • Tidak sombong.
  • Tidak suka pamer.
  • Menghargai kelebihan orang lain.

 

 

Sumber:

PANDUAN PENILAIAN
PENCAPAIAN KOMPETENSIPESERTA DIDIK
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

2014