Pemanfaatan Sampah sebagai sumber pendapatan tambahan bagi ibu rumah tangga di perkotaan


Kompetensi Dasar:

6.1 Mendeskripsikan pola kegiatan ekonomi penduduk, penggunaan  lahan, dan   pola permukiman berdasarkan kondisi fisik permukaan  bumi.

2.3  Mengidentifikasi bentuk-bentuk interaksi sosial

6.4.  Menggunakan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk   mencapai      kemandirian dan kesejahteraan

Tujuan Pembelajaran:

  • Setelah selesai kegiatan pembelajaran siswa diharapkan dapat mendeskripsikan bentuk interaksi sosial ibu rumah tangga  di perkotaan dalam menggunakan gagasan kreatif untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga

PENDAHULUAN

Wilayah perkotaan dengan jumlah penduduknya yang besar, selalu menghadapi permasalahan  yang sama terkait dengan pola pemukiman penduduk, kemiskinan, serta sampah. Masih menariknya kota sebagai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, menimbulkan masalah bagi kota tujuan urbanisasi.

Penduduk dalam jumlah yang besar di wilayah  perkotaan tentunya menuntut tersediannya pemukiman, sarana pra sarana serta lapangan pekerjaan yang cukup sehingga jumlah penduduk yang bertambah dari tahun ke tahun tetap bisa menikmati hidup yang layak.

Dengan jumlah penduduk yang selalu bertambah setiap tahun, menuntut kesiapan pemerintah dalam menata pola pemukiman penduduk sehingga tidak menimbulkan permasalahan social yang marak di perkotaan.

Lapangan pekerjaan yang terbatas, jumlah pencari kerja yang bertambah terus, membuat banyak  penduduk perkotaan yang kesulitan mendapatkan pekerjaan, menuntut adanya kreatifitas dalam menciptakan peluang pekerjaan.

Kalangan ibu rumah tangga yang mempunyai banyak waktu luang, adalah kalangan yang potensial untuk bisa menciptakan lapangan pekerjaan yang kreatif, inovatif yang ramah lingkungan untuk meningkatkan pendapatan di tengah perkotaan yang terbebani dengan sampah.

Pola kegiatan ekonomi penduduk, penggunaan lahan dan pola pemukiman

Dalam usaha memenuhi  kebutuhannya, manusia memanfaatkan lingkungannya. Dengan demikian, kegiatan ekonomi penduduk pun berkaitan erat dengan lingkungannya. Berbicara tentang kegiatan ekonomi penduduk artinya berbicara tentang mata pencaharian penduduk. Mata pencaharian merupakan suatu kegiatan sehari-hari penduduk untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarganya. Dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, penduduk berusaha mencari lapangan kerja yang sesuai dengan kemampuannya.

Mata  pencaharian dapat diklasifikasikan menjadi dua golongan berdasarkan tempat yaitu desa dan kota dan jenis pekerjaan pertanian dan non pertanian

1) Pertanian

Pengertian pertanian dapat dibedakan atas pengertian dalam arti luas dan pengertian dalam arti sempit. Pertanian dalam arti luas meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan. Dalam arti sempit, pertanian meliputi kegiatan bercocok tanam tanaman pangan, seperti padi, jagung, ketela, tanaman palawija.

2) Non Pertanian

Mata pencaharian nonpertanian meliputi pertambangan, perindustrian, perdagangan, pariwisata, dan jasa.

 Penggunaan Lahan

Dalam usaha memenuhi kebutuhannya, manusia berusaha beradaptasi dan memanfaatkan lingkungannya. Manusia hidup di atas tanah. Dengan demikian, tanah sangat penting bagi manusia. Lahan adalah tanah garapan. Artinya, lahan adalah tanah yang memiliki nilai atau kegunaan. Penggunaan lahan antara satu tempat dan tempat lain berbeda. Secara umum, dapat dibedakan penggunaan lahan di desa dan penggunaan lahan di kota.

a. Penggunaan Lahan Pedesaan

Penggunaan lahan di pedesaan bergantung pada kehidupan sosial dan ekonomi di desa tersebut. Penggunaan lahan untuk kehidupan sosial penduduk pedesaan dicerminkan oleh aktivitas pengelolaan lahan untuk menunjang:

(1) kehidupan beribadah: adanya bangunan tempat ibadah

(2) kehidupan berkeluarga: adanya rumah-rumah tempat tinggal dan halamannya

(3) kehidupan bersekolah: adanya bangunan-bangunan sekolah, dan

(4) kehidupan bersosialisasi: adanya lapangan tempat berkumpul dengan penduduk lainnya.

b. Penggunaan Lahan di Perkotaan

Berdasarkan fungsinya, kota dan penggunaan lahannya diklasifikasikan seperti berikut.

(1) Pusat pemerintahan: lahan digunakan untuk bangunan kantor-kantor pemerintahan mulai dari tingkat kelurahan sampai kantor presiden

(2) Pusat perdagangan: lahan digunakan untuk bangunan pasar-pasar, mulai dari pasar tradisional sampai pusat-pusat pertokoan dan mal.

(3) Pusat perindustrian: lahan digunakan untuk pabrik, gudang.

(4) Pusat pendidikan: lahan digunakan untuk bangunan sekolah, mulai dari TK sampai perguruan tinggi, lengkap dengan sarana olahraga.

(5) Pusat kesehatan: lahan digunakan untuk bangunan rumah sakit, puskesmas, laboratorium.

(6) Pusat rekreasi: lahan digunakan untuk sarana rekreasi.

(7) Pusat pertahanan dan keamanan negara: lahan digunakan untuk markas tentara dan polisi dan semua yang terkait dengan aktivitasnya.

Permukiman

Permukiman adalah daerah tempat bermukim (tempat tinggal). Penduduk akan memilih tempat bermukim sedapat mungkin dekat dengan tempatnya melakukanaktivitas sehari-hari. Adapun pola permukiman penduduk adalah seperti berikut:

1. Pola memanjang/Linier

Pola permukiman memanjang dapat dilihat pada permukiman penduduk di sepanjang alur sungai, jalan raya, jalan kereta api, dan pantai yang landai.

2. Pola Pemukiman memusat

Permukiman terpusat biasanya terjadi karena ikatan keluarga ataupun karena keadaan alam. Misalnya, penduduk mengelompok karena masih merupakan keluarga seketurunan.

3. Pola Menyebar

Permukiman menyebar terjadi karena jumlah penduduk dan keadaan permukaan bumi.

Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu, antara individu dan kelompok, maupun antara kelompok dan kelompok lain. Interaksi sosial yang terjadi dapat bersifat positif dapat pula bersifat negatif. Interaksi sosial positif disebut pula sebagai interaksi sosial asosiatif. Interaksi sosial negatif disebut juga interaksi sosial disosiatif.

1. Bentuk Interaksi social Asosiatif

Interaksi social asosiatif adalah bentuk interaksi social yang bersifat positif, artinya dalam interaksi asosiatif, pihak yang saling berinteraksi saling diuntungkan. Interaksi asosiatif dapat berbentuk Kerjasama, Akomodasi, dan Asimilasi, serta Akulturasi.

2. Bentuk Interaksi social Disosiatif

Interaksi social disosiatif  adalh bentuk interaksi social yang negative , artinya dalam interaksi social disosiatif, akan terjadi kerugian baik dari satu pihak atau kedua belah pihak yang saling berinteraksi. Interaksi social disosiatif antara lain: persaingan, kontravensi, dan pertentangan.

Menggunakan gagasan kreatif dalam tindakan ekonomi untuk mencapai kemandirian dan kesejahteraan

Melihat pola penggunaan lahan di perkotaan, yang merupakan pusat pemerintahan, pusat pemukiman, perdagangan, perindustrian, pendidikan, kesehatan, dan pertahanan dan keamanan Negara, maka bisa dipastikan sebuah kota memiliki ju,lah penduduk yang lebih besar dari wilayah kota.

Jumlah penduduk yang besar, menuntut adanya kesiapan pemerintah dalam mempersiapkan kota sebagai pusat ekonomi masyarakat.

Sebagai pusat perekonomian, kota adalah tempat yang menarik dari para pencari kerja di daerah untuk datang ke kota. Dengan jumlah pencari kerja yang lebih banyak dari pada jumlah lapangan pekerjaan, maka tidak semua masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan.

Di sini para pencari kerja dituntut untuk kreatif dalam membaca peluang yang ada di wilayah tempat tinggalnya. Karena pada dasarnya untuk  bisa bertahan hidup, manusia harus bisa memanfaatkan lingkungan secara kreatif,

Di wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk yang banyak, dengan aktivitas yang hampir 24 jam sehari, mennghasilkan produk yang berupa sampah, yang apabila kita amati lebih jauh, tidak semua sampah tersebut adalah barang yang tidak berguna.

Kita amati gambar berikut:

 

Dari gambar-gambar di atas dapat kita ketahui, sampah yang kelihatanya sudah tidak berguna, bisa menjadi barang yang bermanfaat di tangan ibu-ibu rumah tangga.

Untuk bisa melihat peluang yang seperti itu, tentunya dibutuhkan orang-orang yang mempunyai kreatifitas, mempunyai jiwa usaha dan mampu membaca peluang yang ada di sekeliling tempat tinggalnya.

Orang yang kreatif mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. Kreatif dan Inovatif

Seorang wirausahawan yang kreatif dapat dilihat dari kemampuannya dalam

mengembangkan gagasan baru. Misalnya, seorang petani sayur-mayur membuat sendiri pupuk dengan menggunakan bahan-bahan organik karena lebih murah daripada pupuk kimia. Seorang ibu rumah tangga menyambung perca kain untuk membuat selimut baru.

2. Kerja keras

Seorang wirausahawan yang berhasil biasanya memiliki daya juang yang tinggi, tidak kenal lelah, dan ulet meskipun memerlukan waktu yang lama. Kegagalan atau hambatan dalam berusaha tidak menyebabkannya putus asa. Dia akan terus bekerja keras dengan belajar dan mencobanya.

3. Percaya diri dan optimis

Hasil kerja keras seorang wirausahawan akan menimbulkan rasa percaya diri dan sikap optimisme yang tinggi. Hasil yang dicapai dengan kerja keras dapat meningkatkan keyakinan akan kemampuan sendiri. Dia tidak ragu dan tidak takut gagal. Dia akan selalu berpandangan dan berpengharapan baik dalam menghadapi segala kemungkinan.

4. Berani mengambil resiko

Kesediaan dalam menanggung risiko menjadikan seorang wirausahawan tidak takut rugi atau gagal. Dia bersedia mengorbankan waktu, uang, tenaga, pikiran, dan lainnya untuk suatu tujuan yang ingin dicapainya. Karena optimismenya yang tinggi, dia tidak takut gagal. Kalaupun dia gagal, hal itu dipandangnya sebagai sukses yang tertunda.

PEMECAHAN MASALAH

Di lingkungan kota yang padat penduduk, padat dengan berbagai rutinitas harian, sampah menjadi permasalahan yang tidak bisa dianggap enteng. Kota sebagai pusat pemerintahan, pemukiman, industri, perdagangan, kesehatan serta pertahanan dan keamanan Negara, menghasilkan ribuan ton sampah setiap hari.

Sebagai lingkungan tempat tinggal, lingkungan pemerintahan, industry lingkungan pusat kesehatan, tentunya tidaklah nyaman apabila banyak sampah yang tidak dikelola secara baik.

Dibeberapa kota besar di Indonesia, hal ini sudah menjadi perhatian kalangan-kalangan yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Salah satunnya adalah dengan adanya bank  sampah.

Hampir di setiap kota besar terdapat bank sampah, yang mengelola sampah rumah tangga yang masih bisa di manfaatkan. Prinsip yang di dengungkan adalah reduce, re-use, re-cycle.

Ibu rumah tangga yang mempunyai jiwa wira usaha, kreatif, inovatif untuk bisa mengambil peran dalam peningkatan pendapatan pendapatan keluarga. Ibu-Ibu rumah tangga bisa aktif dalam kegiatan PKK, belajar bersama untuk berkreaasi yang artinya ada interaksi social yang positif antar warga  masyarakat dalam usaha meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus melestarikan lingkungan

D.   KESIMPULAN

Lingkungan perkotaan sebagai pusat kegiatan ekonomi dan pemukiman, mempunyai permasalahan terkait besarnya jumlah sampah yang  dihasilkan masyarakat. Ibu-ibu rumah tangga dengan kreatifitas dan inovasi, bisa memanfaatkan sampah ini sebagai sumber pendaapatan tambahan bagi keluarga

Akan tetapi tentunya tidak semua ibu rumah tangga mempunyai ketrampilan membuat karya tangan dari sampah. Maka diharapkan ada interaksi social yang positif antara ibu-ibu rumah tangga untuk saling menularkan kreatifitas dan kketrampilannya, agar  semua ibu rumah tangga mempunyai peluang memperoleh penghasilaan taambahan dari produk daur ulang sampah yang dihasilkan.

 

Daftar Pustaka

SETIAWAN, Didang, Pengetahuan Sosial 1, 2008, SMP/M.Ts. Kelas 7, Pusat Perbukuan Nasional, Departemen Pendidikan Nasional

http://www.antaranews.com/berita/306458/pemkot-medan-akan-bangun-bank-sampah

http://unilevergreenandclean.co.id

http://www.banksampah.org

http://www.bisnis-jateng.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s