Perumusan dan Contoh Indikator Pencapaian Kompetensi Sikap


Acuan penilaian adalah indikator, karena indikator merupakan tanda tercapainya suatu kompetensi. Indikator harus terukur. Dalam konteks penilaian sikap, indikator merupakan tanda-tanda yang dimunculkan oleh peserta didik yang dapat diamati atau diobservasi oleh guru, teman, dan disadari oleh peserta didik sebagai representasi dari sikap yang dinilai.

Berikut ini dideskripsikan beberapa contoh indikator dari sikap-sikap yang tersurat dalam KI-1 dan KI-2 jenjang SMP/MTs.

Contoh Indikator Sikap pada KI-1 dan KI-2

Butir Nilai Sikap Contoh Indikator
Sikap Spiritual  

  • Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan setiap perbuatan.
  • Menerima semua pemberian dan keputusan Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas.
  • Berusaha semaksimal mungkin untuk meraih hasil atau prestasi yang diharapkan (ikhtiar).
  • Berserah diri (tawakal) kepada Tuhan Yang Maha Esa setelah selesai melakukan usaha maksimal (ikhtiar).

 

Beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa

 

Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

 

  • Menjalankan ibadah sesuai dengan ajaran agama yang dianutnya.
  • Memberi salam pada saat awal dan akhir pembelajaran.
  • Menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah tempat tinggal, sekolah, dan masyarakat.
  • Memelihara hubungan baik dengan sesama makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
  • Menghormati orang lain dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agamanya.
Bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Mengucapkan kalimat pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan karunia-Nya.
  • Memanfaatkan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya untuk meraih kesuksesan dalam pendidikan.
  • Mensyukuri kekayaan alam Indonesia dengan memanfaatkannya semaksimal mungkin.

 

 


Butir Nilai Sikap
Contoh Indikator
Sikap Sosial  

  • Tidak menyontek dalam ujian/ulangan.
  • Tidak mengambil/menyalin karya orang lain tanpa menyebutkan sumbernya.
  • Mengungkapkan perasaan apa adanya
  • Menyerahkan barang yang ditemukan kepada yang berhak
  • Membuat laporan berdasarkan data atau informasi apa adanya
  • Mengakui setiap kesalahan yang diperbuat
  • Mengakui kekurangan yang dimiliki
  • Menyampaikan informasi sesuai dengan fakta yang ada.
  1. Jujur

adalah perilaku dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

  1. Disiplin

adalah tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.

  • Datang ke sekolah dan pulang dari sekolah tepat waktu
  • Patuh pada tata tertib atau aturan sekolah
  • Mengerjakan setiap tugas yang diberikan
  • Mengumpulkan tugas tepat waktu
  • Mengikuti kaidah berbahasa yang baik dan benar
  • Memakai seragam sesuai dengan ketentuan yang berlaku
  • Membawa perlengkapan belajar sesuai dengan mata pelajaran
  1. Tanggung Jawab

adalah sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dilakukan terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara, dan Tuhan Yang Maha Esa

  • Melaksanakan setiap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
  • Melaksanakan tugas individu dengan baik
  • Menerima resiko dari setiap tindakan yang dilakukan
  • Tidak menyalahkan/menuduh orang lain tanpa bukti yang akurat
  • Mengembalikan barang yang dipinjam
  • Membayar semua barang yang dibeli
  • Mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan
  • Menepati janji
  1. Peduli

adalah sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah dan memperbaiki penyimpangan dan kerusakan (manusia, alam, dan tatanan) di sekitar dirinya

  • Membantu orang yang membutuhkan
  • Tidak melakukan aktivitas yang mengganggu dan merugikan orang lain
  • Melakukan aktivitas sosial untuk membantu orang-orang yang membutuhkan
  • Memelihara lingkungan sekolah
  • Membuang sampah pada tempatnya
  • Mematikan kran air yang mengucurkan air
  • Mematikan lampu yang tidak digunakan
  • Tidak merusak tanaman di lingkungan sekolah
  1. Toleransi

adalah sikap dan tindakan yang menghargai keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan

  • Tidak mengganggu teman yang berbeda pendapat
  • Menerima kesepakatan meskipun berbeda dengan pendapatnya
  • Dapat menerima kekurangan orang lain
  • Dapat memaafkan kesalahan orang lain
  • Mampu dan mau bekerja sama dengan siapa pun yang memiliki keberagaman latar belakang, pandangan, dan keyakinan
  • Tidak memaksakan pendapat atau keyakinan pada orang lain
  • Menerima perbedaan dengan orang lain dalam hal sikap, perilaku, tradisi, suku, bahasa, dan agama.
  1. Gotong Royong

adalah bekerja bersama-sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama dengan saling berbagi tugas dan tolong-menolong secara ikhlas.

  • Terlibat aktif dalam bekerja bakti membersihkan kelas atau sekolah
  • Bersedia melakukan tugas sesuai kesepakatan bersama
  • Bersedia membantu orang lain tanpa mengharap imbalan
  • Aktif dalam kerja kelompok
  • Memusatkan perhatian pada tujuan kelompok
  • Tidak mendahulukan kepentingan pribadi
  • Mencari jalan untuk mengatasi perbedaan pendapat/pikiran antara diri sendiri dengan orang lain
  1. Santun atau Sopan

adalah sikap baik dalam pergaulan baik dalam berbicara maupun bertingkah laku. Norma kesantunan bersifat relatif, artinya yang dianggap baik/santun pada tempat dan waktu tertentu bisa berbeda pada tempat dan waktu yang lain.

  • Menghormati orang yang lebih tua.
  • Tidak berkata-kata kotor, kasar, dan tidak menyakitkan.
  • Tidak meludah di sembarang tempat.
  • Tidak menyela pembicaraan orang lain pada waktu yang tidak tepat
  • Mengucapkan terima kasih kepada orang yang membantunya
  • Bersikap 3S (salam, senyum, sapa)
  • Meminta ijin ketika akan memasuki ruangan orang lain atau menggunakan barang milik orang lain
  • Memperlakukan orang lain sebagaimana memperlakukan dirinya sendiri.
  1. Percaya Diri

adalah kondisi mental atau psikologis seseorang yang memberi keyakinan kuat untuk berbuat atau bertindak

  • Berpendapat atau melakukan tindakan tanpa ragu-ragu.
  • Mampu membuat keputusan dengan cepat
  • Berani presentasi di depan kelas
  • Berani berpendapat, bertanya, atau menjawab pertanyaan di hadapan guru dan teman-temannya

 

 

Indikator sikap spiritual dan sosial yang dikembangkan dari KD-KD pada KI-1 dan KI-2 dapat dicontohkan seperti dalam tabel berikut ini.

Contoh Indikator Sikap Spiritual dan Sosial dari KD-KD pada KI-1 dan KI-2

Butir Nilai Sikap Spiritual dan Sosial Contoh Indikator
Sikap Spiritual  

  • Menerima pemberian Tuhan
  • Memanfaatkan pemberian Tuhan secara benar
  • Bersyukur kepada Tuhan atas karunia-Nya sebagai bangsa Indonesia
Menghargai karunia Tuhan YME

 

Tawakal
  • Menyerahkan segala keputusan kepada Tuhan setelah berusaha secara maksimal.
  • Menerimahasil apa pun sesuai dengan kehendak Tuhan.
  • Menggantungkan segala sesuatu kepada Tuhan.
Sikap Sosial  

  • Suka bertanya
  • Suka mengamati sesuatu
  • Tidak puas pada jawaban yang ada
Rasa ingin tahu
Kreatif
  • Menyusun gagasan baru
  • Menciptakan karya baru
  • Mampu memecahkan masalah
Persatuan dan kesatuan
  • Menyukai kebersamaan.
  • Bergaul tanpa membeda-bedakan kepentingan, agama, atau yang lainnya.
  • Tidak suka bertengkar.
Demokratis
  • Melibatkan warga sekolah dalam setiap pengambilan keputusan.
  • Menciptakan suasana sekolah yang menerima perbedaan.
  • Mengambil keputusan secara bersama-sama
Rendah hati
  • Tidak sombong.
  • Tidak suka pamer.
  • Menghargai kelebihan orang lain.

 

 

Sumber:

PANDUAN PENILAIAN
PENCAPAIAN KOMPETENSIPESERTA DIDIK
SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN DASAR

DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

2014 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s