Perubahan Masyarakat Indonesia pada Masa Penjajahan


Latar Belakang Muncul dan Berkembangnya Pergerakan Nasional Indonesia


Tahun 1908 adalah titik permulaan bangkitnya kesadaran nasional. Pada tahun itu lahirlah organisasi pergerakan nasional yang pertama, yang kemudian disusul oleh organisasi-organisasi lainnya. Dengan demikian perjuangan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan itu telah memasuki tahap baru, yang lain sifatnya dengan perjuangan masa sebelumnya.
Mengenal sifat-sifat perjuangan setelah tahun 1908 itu adalah:

  • Bersifat nasional, artinya telah terjadi kerja sama antar daerah di Indonesia.
  • Menggunakan organisasi yang teratur.
  • Tidak tergantung pada satu pimpinan. Artinya, jika pimpinan ditangkap dapat digantikan oleh yang lain.

Pergerakan nasional di Indonesia lahir karena adanya beberapa sebab, yaitu sebab-sebab dari dalam negeri dan luar negeri.
Sebab-sebab dari dalam negeri,
Continue reading

Kolonialisme Eropa di Indonesia


DAMPAK KEBIJAKAN-KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL DI BERBAGAI DAERAH

Bidang Politik
Pada awal abad ke-20 pengaruh Belanda makin besar, mereka ikut campur masalah intern negara-negara tradisional, seperti masalah pergantian tahta, pengangkatan pejabat birokrasi, dan kebijakan politik negara. Ini berarti kekuasaan Belanda semakin besar dan sedangkan kekuasaan raja-raja atau Bupati semakin kecil. Mereka dijadikan pegawai pemerintah Belanda dengan kekuasaan yang terbatas bahkan hak-hak yang diberikan oleh adat telah hilang, kepemilikan atas tanah jabatanpun dihapus dan mereka diberi gaji.

Bidang Sosial Ekonomi
Fungsi penguasa pribumi hanya sebagai alat dan pegawai pemerintah Belanda. Mereka digaji dengan uang, tidak boleh memungut pajak dan upeti. Masuknya sistem ekonomi uang maka beban rakyat semakin berat. Ekonomi uang memudahkan pemerintah Hindia Belanda untuk memungut pajak kepada rakyat, contoh Sistem sewa tanah, sangat memberatkan terutama penduduk desa sehingga kemiskinan tinggi. Pemerasan dan penindasan menimbulkan rasa anti pemerintah dikalangan rakyat yang pada akhirnya memicu timbulnya perlawanan-perlawanan.

Bidang Kebudayaan
Pengaruh kehidupan Barat di lingkungan masyarakat Indonesia makin meluas, pola hidup, cara berpakaian, Continue reading

Bukti Kronologis masuknya Islam ke Nusantara, Proses Persebarannya, dan Bentuk Peninggalan Budaya yang bercorak Islam


Mengenai waktu masuknya agama Islam ke Nusantara belum diketahui secara pasti. Namun ada beberapa pendapat tentang kapan masuknya agama Islam ke Nusantara berdasarkan temuan-temuan atau bukti-bukti sejarah.

Beberapa sumber informasi tentang awal masuknya agama Islam ke Nusantara antara lain  sebagai berikut :

1. Abad ke -7 Masehi

Sumber sejarah yang menginformasikan Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 Masehi adalah sebagai berikut :

a. Berita Cina Zaman Dinasti Tang yang menerangkan bahwa pada tahun 674 M, orang-orang Arab telah menetap di Kanton. Groeneveldt berpendapat bahwa pada waktu yang sama kelompok orang Arab yang beragama Islam mendirikan perkampungan di pantai barat Sumatera. Perkampungan tersebut Continue reading

KERAJAAN MAJAPAHIT


Letak Geografis

Salah satu kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha di Indonesia adalah Kerajaan Majapahit. Secara geografis letak kerajaan Majapahit sangat strategis karena adanya di daerah lembah sungai yang luas, yaitu Sungai Brantas dan Bengawan Solo, serta anak sungainya yang dapat dilayari sampai ke hulu.

Sejarah Terbentuknya Kerajaan Majapahit

Pada saat terjadi serangan Jayakatwang, Raden Wijaya bertugas menghadang bagian utara, ternyata serangan yang lebih besar justru dilancarkan dari selatan. Maka ketika Raden Wijaya kembali ke Istana, ia melihat Istana Kerajaan Singasari hampir habis dilalap api dan mendengar Kertanegara telah terbunuh bersama pembesar-pembesar lainnya. Akhirnya ia melarikan diri bersama sisa-sisa tentaranya yang masih setia dan dibantu penduduk desa Kugagu. Setelah merasa aman ia pergi ke Madura meminta perlindungan dari Aryawiraraja. Berkat bantuannya ia berhasil menduduki tahta, dengan menghadiahkan daerah tarik kepada Raden Wijaya sebagai daerah kekuasaannya. Ketika tentara Mongol datang ke Jawa dengan dipimpin Shih-Pi, Ike-Mise, dan Kau Hsing dengan tujuan menghukum Kertanegara, maka Raden Wijaya memanfaatkan situasi itu untuk bekerja sama menyerang Jayakatwang. Setelah Jayakatwang terbunuh, tentara Mongol berpesta pora merayakan kemenanganya. Kesempatan itu pula dimanfaatkan oleh Continue reading

PERKEMBANGAN MASYARAKAT PADA MASA HINDU – BUDDHA DI INDONESIA


PERKEMBANGAN AGAMA HINDU DAN BUDDHA

1. Agama dan Kebudayaan Hindu di India
India sebagai anak benua di Asia memiliki peradaban yang sangat tua. Semula India dihuni oleh bangsa Dravida. Bangsa Dravida memiliki tingkat kebudayaan yang tinggi, dengan bukti reruntuhan kota Harrapa dan Mohenjo Daro yang sudah tertata.

Sisa Kota Harrapa

Sisa Kota Harrapa

Hasil kebudayaan Dravida

Hasil kebudayaan Dravida

Dalam perkembangan selanjutnya hadir di India penduduk yang berasal dari Asia Tengah yang kemudian dikenal bangsa Arya sekitar tahun 1500 SM. memasuki lembah sungai Indus di India. Bangsa Arya berhasil mendesak bangsa Dravida, serta membawa perubahan yang sangat besar dalam tata kehidupan masyarakat di India. Bangsa Arya memasuki lembah Indus secara bergelombang, bergerak dan menyebar ke arah tenggara dan memasuki daerah lembah sungai Gangga dan Yamuna.Di Punjab, (daerah lembah sungai Indus) Bangsa Arya dapat mempertahankan kemurnian keturunannya. Sedangkan yang berada di lembah Gangga dan Yamuna Continue reading

Perang Dunia I dan II


Perang Dunia I

≥ Latar Belakang Perang Dunia I:

a.  Persaingan daerah pemasaran dan sumber bahan baku industri
b.  Muncul persekutuan antar negara Eropa:

  • Tripple Entente[Perancis, Inggris, Russia]
  • Tripple Alliance[Jerman, Italia, Turki]

c. Terbunuhnya Pangeran Franz Ferdinand oleh seorang nasionalis Serbia

≥ Dalam Perang Dunia I, Jerman mengalami kekalahan dan harus menandatangani perjanjian Versailes, 28 Juni 1919.
Akibat: dipersempitnya wilayah pihak Sentral [Jerman, Austria, Hongaria, Turki, Bulgaria]

≥ Tokoh-tokoh Perang Dunia I

Tokoh yang menandatangani perjanjian Versailes:

  1.   Woodrow Wilson [Amerika Serikat]–>mengajukan 14 pasal perdamaian [Wilson’s Fourteen Points]
  2.   Clemencau [Perancis]
  3. Loyd George [United Kingdom]

≥  Akibat perang Continue reading

HASIL KEBUDAYAAN ZAMAN PRA AKSARA


  • Hasil Kebudayaan Paleolithikum

Kebudayan paleolithikum merupakan kebudayaan batu, dimana manusia masih   mempergunakan peralatan yang terbuat dari batu, serta teknik pembuatanya masih kasar. Secara garis besar, kebudayaan paleolithikum dibedakan:

a. Kebudayaan Pacitan

, ditemukan oleh Von Koenigswald, alat yang ditemukan berupa kapak genggam, serta alat serpih yang masih kasar, yang diperkirakan hasil kebudayaan manusia jenis Meganthropus.

Alat serpih

 

b. Kebudayaan Ngandong

,

merupakan hasil kebudayaan yang ditemukan di daerah Ngandong, Ngawi, Jawa Timur, alat yang       ditemukan berupa peralatan yang terbuat dari Continue reading

ARJUNAWIWAHA


KEKAWIN ARJUNAWIWAHA

Karya Mpu Kanwa

Bagian Pertama: Penulisan Kakawin

Ini adalah Arjunawiwaha, yaitu kakawin yang suci dan indah, hasil karya Pujangga Kawi Empu Kanwa, yang telah mengikat cerita (sampun keketan ing katha), bagaikan menguntai permata, dan merangkai sajak (angiket bhasa rudita), seperti merangkai ikatan bunga (angiket sekar taji). Semuanya dituliskan pada papan, rapi, berupa goresan (rinekaken munggw ing wiletanan aradin warna cacahan), sebagai hasil karya pujangga agung yang telah menyusun, dan menghasilkan kidung bersyair (tumatametu-metu kakawin), yang keluar dari puncak budi (tungtung ing hidep), dan keluar dari batu-tulis (tungtung ing tanah). Maka kakawin ini adalah karya-sastra agung yang dipersembahkan bagi Sri Paduka Raja, yaitu sebagaimana disebutkan … “Sembah kehadapan Sri Airlangga. Dia yang dipuja sampai patah batu-tulis, memberi restu” (Sri Airlanggha namastu sang panikelanya tanah anumata).

Sang Pujangga Kawi menggalang keindahan dengan kiasaan kata yang mengungkapan kiasan (alamkara), dan hiasan permainan kata dengan bunyi yang rumit (sabdalamkara), serta hiasan permainan arti yang menyarankan makna berganda (arthalamkara). Ia membukanya dengan pujaan (asir, manggala), diikuti rangkaian satuan kisah yang terdiri dari perundingan (mantra), utusan (duta), keberangkatan pasukan (prayana), pertempuran (aji), dan kemenangan Sang Pahlawan (nayaka bhyudaya). Dibubuhkannya lukisan alam pegunungan (saila), laut (arnawa), dan kota (nagara), berikut gambaran musim (rtu), dan terbitnya bulan Continue reading

KAKAWIN SUTASOMA


KAKAWIN SUTASOMA

Karya Empu Tantular

Ah naranya: vijil nin bdyu sanke sarlra, ah sabdanya, muksa rik sarlra, candrarüpa ikan sarlra ri muksa nin bdyu rin sarlra, saumyalilan ahënin ikan sarlra vëkasan, sdnta-candra naran ikd, sdnta-smrti naran vaneh.

Ri hana nin smrti-sürya sdnta-candra dadi tak advaya-jndna. Patëmu nin advaya mvan advaya-jndna, ya tandadyakën Divarüpa, (b 42) avd sadd-kdla, ahënin nir-dvarana kadi te ja nin manik, apadan rahina sadd, sugandha tan gavai-gavai, surüpa tan gavai-gavai; surasa tan gavai-gavai sira katon denta.

Ikan am ah yatikd sinangah sak hyan advaya naran ira, bapa sira de bhatdra hyan Buddha. Ikan jndna vruh tan vikalpa humidëk nir-dkdra, yatika sinangah san hyan advaya-jndna naran ira. San hyan advayajndna sira ta devï bhardlï Prajndpdramitd naran ira, sira ta ibu de bhatdra hyan Buddha. San hyan Divarüpa sira ta bhatdra hyan Buddha naran ira.

Metre sragdhara
Srï Bajrajndna sünyatmaka parama sirdnindya rin rat visesa,
lila suddhdpratisthên hrdaya jayajayankën Continue reading

KITAB PARARATON


KITAB PARA DATU
ATAU
KISAH KEN ANGROK
Tuhan, Pencipta, Pelindung dan Pengakhir Alam,
Semoga tak ada halangan,
Sudjudku sesempurna sempurnanya.

I. Demikian inilah kisah Ken Angrok. Asal mulanja, ia didjadikan manusia: Adalah seorang anak janda di Jiput, bertingkah laku tak baik, memutus – mutus tali kekang kesusilaan, menjadi gangguan Hyang yang bersifat gaib; pergilah ia dari Jiput, mengungsi ke daerah Bulalak.
Nama yang dipertuan di Bulalak itu: Mpu Tapawangkeng, ia sedang membuat pintu gerbang asramanya, dimintai seekor kambing merah jantan oleh roh pintu.
Kata Tapawangkèng: “Tak akan berhasil berpusing kepala, akhirnya ini akan menjebabkan diriku jatuh kedalam dosa, kalau sampai terjadi aku membunuh manusia, tak akan ada yang dapat menyelesaikan permintaan korban kambing merah itu.”
Kemudian orang yang memutus mutus tali kekang kesusilaan tadi berkata, sanggup mejadi korban pintu Mpu Tapawangkeng, sungguh ia bersedia dijadikan korban, agar ini dapat menjadi lantaran untuk dapat kembali ke surga dewa Wisnu dan menjelma lagi didalam kelahiran mulia, ke alam tengah lagi, demikianlah permintaannya.
Demikianlah ketika ia direstui oleh Continue reading

Peristiwa sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia


BPUPKI

Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia atau (Jepang: Dokuritsu Junbi Cosakai atau dilafalkan Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai) adalah sebuah badan yang dibentuk oleh pemerintah pendudukan balatentara Jepang pada tanggal 29 April 1945 bertepatan dengan hari ulang tahun Kaisar Hirohito. Badan ini dibentuk sebagai upaya mendapatkan dukungan bangsa Indonesia dengan menjanjikan bahwa Jepang akan membantu proses kemerdekaan Indonesia. BPUPKI beranggotakan 63 orang yang diketuai oleh Radjiman Wedyodiningrat dengan wakil ketua Hibangase Yosio (orang Jepang) dan Raden Pandji Soeroso.

Di luar anggota BPUPKI, dibentuk sebuah Badan Tata Usaha (semacam sekretariat) yang beranggotakan 60 orang. Badan Tata Usaha ini dipimpin oleh R.P.Soeroso, dengan wakil Abdoel Gafar Pringgodigdo dan Masuda (orang Jepang).

Pada tanggal 7 Agustus 1945, Jepang membubarkan Continue reading

Kebijakan-Kebijakan Kolonial di Indonesia


Penjelajahan Samudra dan Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia hingga Terbentuknya Kekuasaan Kolonial

1. Penjelajahan Samudra dan Kedatangan Bangsa Barat di Indonesia

Ada beberapa faktor yang mendorong penjelajahan samudra:

a. Semangat reconguesta, yakni semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam.

b. Semangat 3 G, Gold, Gospel, Glory

c. Perkembangan teknologi kemaritiman, yang memungkinkan pelayaran dan perdagangan secara lebih luas.

d. Adanya sarana pendukung yang lebih luas seperti kompas, mesiu, peta, dan teropong.

e. Terdorong oleh buku Imago Mundi yang menceritakan perjalanan Marcopolo

Negara-negara yang memelopori penjelajahan samudra: Continue reading