KISAH KUPU-KUPU


Seorang pria menemukan sebuah kepompong kupu-kupu.
Suatu hari lubang kecil muncul.
Dia duduk dan mengamati kupu-kupu selama beberapa jam
karena berjuang untuk menekan tubuhnya melalui lubang kecil.
Kemudian berhenti, seolah-olah itu tidak bisa pergi lebih jauh.

KEPOMPONG

KEPOMPONG

Jadi orang itu memutuskan untuk membantu kupu-kupu.
Dia mengambil sebuah gunting dan
digunting bit yang tersisa dari kepompong.
Kupu-kupu muncul dengan mudah tetapi
itu memiliki tubuh yang bengkak dan sayap keriput.

Orang tersebut terus menonton,
mengharapkan bahwa sebentar lagi sayap itu akan mekar
dan memperluas cukup untuk mendukung tubuh,
Baik terjadi!
Bahkan kupu-kupu menghabiskan sisa hidupnya
merangkak di sekitar.
Itu tidak pernah bisa terbang.

Pria tersebut tidak mengerti dengan kebaikannya yang tergesa-gesa:
Kepompong tersebut membatasi gerak kupu-kupu dan perjuangan
dibutuhkan oleh kupu-kupu untuk melewati pembukaan kepompong
adalah cara memaksa cairan dari tubuh ke sayap sehingga akan siap untuk terbang.

KUPU-KUPU

KUPU-KUPU

Kadang-kadang perjuangan yang sama dengan
apa yang kita butuhkan dalam hidup kita.
Bila kita melalui hidup tanpa hambatan, akan melumpuhkan kita.
Kita tidak akan sekuat seperti yang kita bisa saja
dan kita tidak akan pernah terbang.

One thought on “KISAH KUPU-KUPU

  1. Pingback: Anak Lelaki dan Pohon Apel | SKOLASTIKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s